Salah satu bahan utama yang Anda butuhkan untuk membuat roti adalah tepung terigu. Namun, tidak semua jenis tepung bisa digunakan untuk membuat roti. Tepung terigu protein tinggi adalah jenis yang tepat jika Anda ingin membuat roti ataukah mie.

terigu protein tinggi untuk roti

Tepung roti memiliki gluten dan protein paling banyak dari ketiga jenis tepung (protein rendah, protein sedang, dan protein tinggi). Ini memiliki antara 11 dan 14% protein dan membuat makanan kenyal dan elastis. Tekstur ini berasal dari gluten gandum, yang biasanya terbuat dari tepung terigu yang tinggi protein.

Karena mengandung banyak protein, tepung berprotein tinggi ini cocok untuk membuat mie, berbagai jenis roti, kulit martabak, kulit lumpia, kulit pangsit, dan makanan sejenis lainnya.

Apa Manfaat Makanan Yang Dibuat Dari Terigu Protein Tinggi?

Jenis tepung terigu berprotein tinggi ini tidak hanya membuat adonan lebih kenyal, tetapi juga memiliki vitamin baik yang membantu kerja tubuh. Salah satunya adalah vitamin B3, yang penting untuk membuat hormon dan juga dikaitkan dengan masalah stres. Vitamin B3 juga sangat membantu karena membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi.

Lihat Juga: Jenis-Jenis Tepung Terigu Lainnya

Asam folat juga ditemukan dalam tepung protein tinggi, bersama dengan B3. Asam folat adalah vitamin yang memiliki banyak tugas penting untuk dilakukan dalam tubuh, seperti membantu kerja otak dan mengambil bagian dalam proses pembuatan DNA dan RNA.

Hal-hal Yang Bisa Dibuat Dengan Tepung Terigu Ini

Tidak semua makanan olahan berbahan dasar tepung terigu bisa dibuat dengan tepung berprotein tinggi ini karena sifatnya yang kenyal dan elastis. Berikut adalah beberapa makanan yang dapat digunakan untuk membuatnya:

1. Mie
2. Roti
3. Kulit Martabak
4. Kulit Lumpia
5. Kulit Pangsit

Tepung jenis ini disebut juga dengan wheat flour, dan digunakan untuk membuat roti dan mie. Ini karena sebagian besar roti membutuhkan banyak protein untuk menghasilkan banyak gluten. Semakin banyak gluten yang dimiliki sebutir gandum, semakin banyak protein yang dimilikinya. Jadi, adonan akan lebih kencang, volumenya akan lebih besar, teksturnya akan lebih kenyal, dan bagian luarnya akan lebih coklat.

Jika Anda tidak memiliki terigu ber-protein tinggi, maka Anda juga bisa menggantinya dengan terigu ber-protein sedang, namun tentunya hasilnya tidak sebagus jika menggunakan yang ber-protein tinggi.

Sementara untuk membuat mie juga membutuhkan tepung terigu yang kenyal dan adonan yang tidak pecah saat diregangkan. Karena itu, mie bisa dibuat dengan jenis tepung berprotein tinggi ini.

Kesimpulan

Kadar gluten dan protein tertinggi terdapat pada tepung roti dan mie ini, mengandung antara 11 dan 13 persen protein, yang memberikan rasa kenyal dan elastisitas pada makanan. Selain mie, roti, kulit martabak, kulit lumpia, dan siomay.