Makanan yang berbahan baku gandum atau tepung terigu ini telah menjadi sumber makanan pokok banyak negara, salah satunya adalah Indonesia. Baik di supermarket ataupun warung kecil, produk tepung ini akan bisa Anda jumpai. Disamping pengolahannya sangat mudah dan praktis, juga memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga baik untuk kesehatan dan pertumbuhan fisik seseorang.

Mengenal Tepung Terigu Yang Ada di Indonesia

Olahan Tepung Terigu

Adapun terigu itu sendiri merupakan tepung yang dihasilkan dari biji gandum yang dihaluskan melalui sebuah proses penggilingan. Tepung terigu yang kita kenal biasanya digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat pasta, kue, mie, dan yang paling populer roti. Selain itu, terigu juga bisa digunakan untuk keperluan bahan baku industri.

Selain itu, terigu banyak mengandung zat pati, yaitu karbohidrat kompleks dan tidak akan larut dalam air. Kandungan protein yang ada pada terigu juga membentuk gluten. Inilah yang memiliki peranan dalam menentukan kekenyalan suatu makanan olahan yang dibuat dari bahan tepung terigu.

Perbedaan Jenis Terigu

Tepung terigu dibedakan atas tiga kategori yaitu Berprotein tinggi, dimana kandungan protein yang dimilikinya sekitar 12% sampai 14%. Selanjutnya ada jenis terigu protein sedang yang memiliki kandungan protein sekitar 10% sampai 12%. Dan yang ketiga adalah tepung berprotein rendah karena kandungan proteinnya sekitar 5% sampai 8%.

Maka dari itu tidak heran jika ingin membuat aneka roti, kue kering, pasta, ataukah mie tentu saja akan memakai jenis tepung terigu dengan protein yang berbeda-beda. Terigu berprotein rendah sangat sering digunakan sehari-hari untuk membuat berbagai gorengan, dan juga untuk membuat kue kering dan cake.

Sementara itu jenis terigu protein tinggi lebih cocok untuk membuat donat, kue sus, roti tawar, roti manis, burger/hot dog bun, mi instan, mi basah, mi kering, martabak telur, dan roti goreng. Adapun tepung terigu protein sedang cocok-nya untuk membuat aneka makanan seperti bolu, brownies, cake pisang, martabak manis, muffin, kue bulan, croissant, puff pastry, danish, bapia, pastel, kroket, risoles, dan lain-lain.

Anda biasanya bisa melihat informasi nilai gizi, komposisi, nomor izin BPOM, sertifikat halal MUI, dan sertifikat SNI pada setiap kemasan tepung terigu.

Merk-Merk Tepung Terigu Yang Populer

Dipasaran sendiri ada cukup banyak merk tepung terigu dengan kandungan protein yang berbeda-beda. Tapi biasanya hanya dibedakan atas 3 kategori diatas yaitu berprotein tinggi, sedang, dan rendah.

Di indonesia sendiri sudah ada lebih dari 25 pabrik terigu, sehingga merk dan jenis terigu yang ada di Indonesia juga cukup banyak pilihan. Anda bisa melihat daftar lengkap perusahaan terigu di halaman website kementrian perindustrian.

Sebagai contoh terigu merk Golden Eagle dikenal dengan kandungan glutennya yang tinggi. Ada juga merk Nippon Komachi yang tergolong kualitas premium, dan cakra kembar bisa diandalkan untuk membuat mie yang kenyal. Sementara untuk membuat gorengan Anda bisa mengandalkan Lencana Merah.

Berikut ini adalah beberapa merk tepung terigu yang populer dan menjadi pilihan konsumen dipasar olahan berbasis terigu di Indonesia saat ini, yaitu:

Kelas Protein Tinggi

Pilihan Untuk Membuat Roti atau Mie

1. Terigu Golden Eagle
golden eagle bungasariIni adalah tepung Terigu Golden Eagle, yang diproduksi oleh Bungasari. Diperuntukkan untuk membuat roti dan mie yang kenyal dengan kualitas yang sempurna.

Adapun kemasan terigu Golden Eagle dari bungasari ini tersedia dalam kemasan 25 Kg untuk usaha industri atau untuk pemakaian dalam jumlah banyak, dan juga kemasan 1 Kg untuk digunakan pada skala kecil (rumahan).

2. Terigu Cakra Kembar
tepung terigu cakra kembarTepung terigu Cakra Kembar merupakan sumber vitamin B1, B2, asam folat, seng, dan zat besi yang baik.

Jika Anda ingin membuat mie yang lembut dan kenyal, Cakra Kembar bisa menjadi sumber tepung utama Anda. Bisa juga digunakan untuk membuat adonan roti, donat, hamburger, dan martabak telur juga.

Produsen terigu Indonesia Bogasari membuat terigu merek Cakra Kembar. Ini adalah salah satu produk terbaik yang mereka buat.

Untuk mengemasnya tersedia dalam ukuran 1 kg dan 25 kg.

Kelas Protein Sedang

Pilihan Untuk Membuat Donat, Cake, Brownies dan sejenisnya

1. Terigu Beruang Biru
beruang biruTepung Terigu Serbaguna dari Sriboga dengan kandungan protein Min 11%, Ash maks 0.55%, dan wet Gluten min 31%. Menjadi salah satu merek terigu ber-protein sedang yang layak untuk Anda pertimbangkan.

Jenis terigu protein sedang ini adalah yang salahsatu terigu yang paling sering dipakai dan dicari oleh pembeli. Dibuat dari kombinasi gandum yang keras dan empuk sehingga teksturnya khas. Mengapa disebut trigu serba guna? Hal ini karena terigu ini bisa dipakai untuk beragam olahan makanan mulai dari kue, roti, biskuit, hingga pastry.

Adapun berung biru ini hanya tersedia dalam kemasan 1 Kg saja

2. Terigu Bola Salju
bola saljuBola Salju adalah tepung terigu protein sedang yang diproduksi oleh Bungasari. Dengan menggunakan terigu Bola Salju ini, adonan yang Anda buat akan mengembang sempurna, menarik dan memiliki tekstur yang lembut.

Maka apabila saat ini Anda sedang mencari terigu dengan kandungan protein sedang, maka merek Bola Salju ini bisa Anda pilih. Adapun Kadar protein terigunya hanya 10% s/d 12%, sehingga cocok untuk banyak jenis olahan yang menggunakan terigu.

Kelas Protein Rendah

Pilihan Untuk Membuat kue-kue kering, goreng-gorengan, dan sejenisnya.

1. Terigu Kunci Biru Premium
tepung terigu kunci biru premiumKandungan tepung segitiga biru premium ini memiliki kandungan vitamin A, B3, dan D3. Produk terigu dari Bogasari ini tersedia di modern-modern market seperti supermarket.

Tepung segitiga biru premium ini merupakan tepung terigu yang cenderung dan lebih cocok untuk membuat aneka olahan tepung seperti bolu, denish, bapia, martabak manis, brownies, kue pisang, cake, muffin, kue bulan, pastel, kroket, croissant, puff pastry, risoles, dsb.

2. Terigu Hana Emas
hana emasJika Anda ingin membuat kue kering atau gorang-gorangan, tepung Hana Emas adalah tepung terigu terbaik yang bisa Anda dapatkan. Proteinnya tidak sampai 8%. Tepung jenis ini baik untuk membuat kue kering karena memiliki jumlah protein yang rendah di dalamnya. Kue akan lebih renyah karena tepung mampu menyerap udara dengan baik.

Tidak hanya itu, jenis terigu Hana Emas juga dijual dalam kemasan kotak 1 kg. Paket 1 kg ini murah dan bisa digunakan untuk membuat kue dalam skala kecil. Ini bagus untuk bisnis kue rumahan.

Pada produk tepung sendiri ada 2 jenis yaitu tepung terigu dan tepung gandum. Persamaannya adalah sama-sama terbuat dari gandum. Sementara perbedaannya adalah terletak pada bagian gandum yang diolah. Tepung terigu dibuat dan diolah dari daging gandumnya saja, sementara tepung gandum dibuat dan diaolah dari gandum utuh (termasuk daging gandumnya).

Dan seperti yang sudah kami sebutkan diawal bahwa tepung terigu itu adalah tepung yang terbuat dari biji gandum yang diolah (digiling) menjadi bubuk yang halus dan memiliki warna yang putih. Tepung terigu ini bisa digunakan untuk membuat masakan, kue-kue kering dan kue basah, roti, mie, dan aneka resep lainnya dari adonan tepung. Tepung terigu ini juga baik untuk kesehatan, karena memiliki kandungan alami berupa vitamin, karbohidrat, serat, mineral, dan juga protein.

Adapun kemasan yang paling populer dikalangan rumah tangga adalah kemasan 1Kg, sedangkan pada industri biasanya adalah yang kemasan 25Kg atau 1 Zak. Harga-nya sendiri cukup bervariasi dan tergantung merk-nya juga. Namun demikian biasanya perbedaan harga dari merk yang satu dengan merk lainnya tidaklah terlalu jauh, alias memiliki harga yang relatif hampir sama.

Sebagai contoh tepung terigu protein rendah dari Lencana Merah Bogasari kemasan 1Kg sekitar Rp 8000, terigu serbaguna segitiga biru 1Kg dari bogasari seharga Rp 10600, dan terigu protein sedang Bola Salju 1Kg dari Bungasari seharga Rp 13000. Ini bukanlah harga yang tetap, karena bisa saja berubah sesuai kondisi pasar dan pasokan gandumnya.

Penutup

Produk hasil olahan tepung terigu adalah salah satu jenis makanan paling umum dan digemari di Indonesia. Dan seperti yang sudah kami sharing diatas dimana terigu itu terdiri dari tiga jenis.

Jenis pertama memiliki banyak protein, yang kedua tingkat protein sedang, dan yang ketiga dengan tingkat protein rendah. Tepung berprotein tinggi digunakan untuk membuat roti, donat, pasta, atau mie.

Tepung protein rendah memiliki kandungan gluten paling sedikit, yaitu hanya sekitar 9-15 persen. Ini membuatnya renyah, rapuh, dan mudah pecah. Adapun jenis terigu perprotein sedang dan tinggi lebih sering dan lebih cocok digunakan untuk membuat berbagai masakan renyah yang tidak perlu elastis.